Mustika Surya Wiguna Rancang Bangun


Go to content

Artikel 2

E-Blogger

Merencanakan dan Membangun Rumah dengan Bijaksana
Tujuan : Terarah, Sistematis, dan Hemat Biaya

Membangun rumah dapat kita kelompokan menjadi 2 tahap utama, yakni :
I. Tahap Perencanaan
II. Tahap Konstruksi ( Membangun)
A. Tahap Perencanaan :
Pada tahap awal ini sebaiknya persiapan dari owner atau yang berniat akan membangun melakukan minimal hal - hal antara lain kebutuhan ruang yang menyangkut aktivitas keluarga, aktivitas utama dan sekunder, dengan cara membuat list dan daftar yang lengkap akan sangat membantu dalam terwujudnya keinginan dan kebutuhan perencanaan yang optimal, Contoh :
1. Ruang tidur utama
2. Ruang tidur anak (2 ruangan dengan uk. ± 3 x 4 m)
3. Ruang tamu ukuran sedang ataupun besar
4. Ruang keluarga ukuran besar (terpisah ataupun menyatu dengan ruang tamu)
5. Ruang makan terhubung dengan ruang keluarga
6. Dapur bersih & Dapur kotor
7. Garasi untuk 1 ataupun 2 mobil
8. Carport untuk 1 ataupun 2 mobil
9. Teras depan, teras belakang, teras samping
10. Taman depan, taman belakang, taman samping
11. Ruang cuci, Ruang Setrika, Ruang jemur, Gudang
12. Torn Air, Ground Tank, dll.

Kebutuhan - kebutuhan ruang tersebut perlu untuk dipersiapkan sebelum membuat layout / Denah yang diinginkan. Apabila hal tersebut sudah ada bayangan, maka sebaiknya untuk meminta bantuan atau mencari calon Arsitek yang akan ditunjuk menjadi Arsitek Konsultan (Tips & Trik memilih Arsitek Konsultan silahkan baca Artikel kami )

Setelah menentukan Arsitek Konsultan, maka mintalah Advice semaksimal mungkin tentang pengorganisasian ruang yang telah disusun atau yang diinginkan.
Dalam tahap perencanaan ini, interaksi antara owner dengan Konsultn Arsitek harus benar - benar optimal. Mintalah inputan - inputan dari sisi desainArsitektur, Desain Interior, Desain Struktur , dan Biaya, sehingga semua aspek perencanaan dapat terexplorasi pada tahap ini, termasuk soal waktu perencanaan dan waktu pembangunan.

Jangan sungkan - sungkan untuk bertanya tentang hal - hal yang belum jelas. Apabila Gambar 2 Dimensi tidak jelas, maka mintalah penjelasan dengan Gambar 3 Dimensi ( 3D ). Konsultasi Gambar tentu akan memakan waktu yang cukup panjang. Dalam beberapa kasus, konsultasi gambar perencanaan dapat memakan waktu 6 bulan sampai dengan 1 tahun, akan tetapi yang umum dan simple biasanya berkisar antara 2 s/d 3 bulan. Waktu interaksi dan konsultasi tahap perencanaan ini sangat tergantung dari Typical dan tingkat kerumitan Desain.

Pada tahap yang bersamaan yaitu ditahap desain, unsur dan perihal biaya juga harus sudah mulai dibahas walaupun belum mendetail, agar diakhir proses desain dapat menghasilkan desain yang komprehensip.

Setelah desain awal / pra rencana disetujui, maka konsultan Arsitek akan melanjutkan dengan Detail Drawing / Gambar Detail, Arsitektur, Struktur, Mekanikal & Elektrikal. Berdasarkan dokumen gambar tersebut, maka pihak owner / pemberi tugas meminta kepada Konsultan Arsitek agar membuat Rancangan Rencana Anggaran Biaya ( RAB ). Pihak owner / pemberi tugas ada baiknya memberikan batasan - batasan tentang biaya tersebut. Misalnya menyampaikan Limitasi Biaya, maksud dan tujuannya adalah agar Konsultan Arsitek dapat lebih terkendali dalam menyusun Anggaran, serta mengusulkan spesifikasi penggunaan Material.

Bilamana dokumen gambar dan RAB sudah selesai dibahas dan disetujui oleh pihak owner, maka Konsultan Arsitek mempersiapkan schedule pelaksanaan proyek yang didasari pada kedua dokumen diatas. Hal ini penting untuk owner berkaitan dengan Rencana Cash Flow pembayaran / pembelanjaan.

Final dari tahap perencanaan ini akan menghasilkan dokumen berupa :
1. Gambar kerja lengkap yang merupakan Dokumen pelaksanaan. Meliputi Gambar Arsitektur lengkap dengan Detail, Gambar struktur lengkap dengan detail, Gambar Mekanikal & Elektrikal lengkap dengan detail.
2. Rencana Anggaran Biaya dan spesifikasi lengkap
3. 3D, Gambar 3 Dimensi Arsitektur

B. Tahap Konstruksi / Tahap Pembangunan
Diawali dengan pencarian dan penentuan calon kontraktor ( baca artikel Tips & Trik memilih calon kontraktor ) maka pemilihannya harus dilakukan secara selektif, hati - hati, dan mendetail.

Beberapa Aspek yang mendasar dalam memilih dan menentukan calon Kontraktor adalah Kapabilitas, Kualitas hasil kerja, Referensi proyek yang sedang dan sudah dilaksanakan. Maksudnya adalah Sebelum menawarkan pekerjaan yang akan diborong oleh Si Kontraktor , sebaiknya pihak owner / pemberi tugas melakukan evaluasi terhadap berbagai Aspek tersebut diatas.

Setelah menentukan ke beberapa calon yang benar - benar masuk dalam nominasi
( Minimal 3 Kontraktor ), maka barulah dokumen tender dibagikan. Hal ini penting untuk mendapatkan harga yang Competitive . Disarankan untuk memberikan dokumen yang sama, permintaan yang sama persis antara satu kontraktor dengan kontraktor lainnya.

Permintaan yang dimaksud adalah Spesifikasi, Volume dan lain - lain. Termasuk tanggal mengusulkan penawaran.

" Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah : Hindari kontraktor yang saling kenal
( Sebaiknya sudah diketahui sejak awal )
" Apabila penawaran dari masing - masing kontraktor sudah masuk, maka evaluasi harga dapat dilakukan sendiri atau meminta bantuan Konsultan Arsitektur bersama - sama
" Penentuan kontraktor sebaiknya dilakukan mulai dari tahap klarifikasi penawaran harga masing - masing kontraktor yang diundang dan diberi kesempatan yang sama
" Setelah kontraktor diputuskan / ditentukan, maka persiapkan Kontrak Kerja.


Terimakasih



Home | Service | Project | Clients | Contact | E-Blogger | Webmail | Site Map


Sub-Menu:


Back to content | Back to main menu